Press Release
Sido Muncul Luncurkan Tolak Linu Mint
Rabu, 8 Juni 2016
Inovasi terus dilakukan oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk demi memenuhi kebutuhan konsumen. Setelah berhasil dengan Tolak Linu Herbal yang rilis 2015 lalu, kini telah diluncurkan Tolak Linu Mint Herbal, bertempat di Koena-Koeni Resto, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juni 2016 lalu. Sebagai produk varian baru, Tolak Linu Mint ini hadir untuk memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan rasa baru. Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk Irwan Hidayat mengatakan, ”Peminat dari Tolak Linu Herbal semakin meningkat dan sebagian besar konsumen menginginkan adanya rasa baru, hingga akhirnya Sido Muncul mengeluarkan produk baru, yaitu Tolak Linu Mint. Bahan-bahan yang digunakan dalam produk ini juga alami dan bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, sehingga dapat meredakan nyeri sendi dan pegel linu.” Produk ini mulai diperkenalkan kepada ratusan penjual grosir besar dan menengah akhir Mei lalu. Dan kini resmi dipasarkan pada 3 Juni 2016, yang diharapkan bisa memenuhi selera konsumen penggemar minuman herbal rasa mint. Tolak Linu Mint Herbal yang dikembangkan Sido Muncul mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terserang pegal linu, terutama kalangan usia 40 tahun ke atas dan cocok untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki penyakit gula atau diabetes. Diformulasikan dari bahan alami, seperti Languatis Rhizoma (Laos), Zingiberis Aromaticae (Lempuyang), Retrofracti Fructus (Cabe), Curcuma Rhizoma (Temulawak), Cyperi Rhizoma (Teki), Phyllanti Herba (Meniran), Blumeae Folium (Daun Sembung), Zingiberis Rhizoma (Jahe), Kaemferiae Rhizoma (Kencur), Alyxiae Cortex (Pulasari), Adas, dan Madu. Bahan-bahan alami ini bermanfaat untuk menghangatkan tubuh sehingga meredakan nyeri sendi dan pegel linu. Bahkan, lanjutnya, Tolak Linu sangat praktis dibawa saat perjalanan dan sebaiknya dikonsumsi di malam hari menjelang beristirahat, setelah beraktivitas padat seharian. "Untuk sementara, produk Tolak Linu masih diproduksi untuk pasar lokal. Harapannya, ke depan produk ini bisa diimpor oleh pasar luar negeri, seperti produk Tolak Angin yang telah sukses sebelumnya," ungkap Irwan.