CSR
Penandatangan MoU Bakti Sosial Operasi Katarak 12.000 Mata untuk Tahun 2016
Kamis, 26 Mei 2016
Indonesia sampai saat ini masih merupakan negara dengan jumlah penderita buta katarak tertinggi di Asia Tenggara yaitu 1,5 % per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan. Demi membantu mengurangi jumlah penderita buta katarak di Indonesia, Sido Muncul melakukan Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia yang pencanangannya dilakukan pada 15 Januari 2011 oleh Wapres RI Boediono, saat itu. Bertempat di RSCM Kirana, Selasa, (16/2), Sido Muncul bersama Perdami bekerjasama dengan RSCM Kirana, melakukan operasi katarak untuk 45.001 mata. Pelaksanaan operasi disaksikan oleh Menkes RI Nila F. Moeloek, yang juga merupakan Ketua Umum Perdami. Bersamaan dengan pelaksanaan operasi katarak yang ke-45.001 mata, Sido Muncul bersama Perdami kembali melakukan nota kesepahaman (MoU) Operasi Katarak untuk 12.000 mata selama tahun 2016. Penandatangan dilakukan oleh CEO PT Indutri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat dan Ketua Perdami, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek Sp.M(K). Pada saat yang sama, Sido Muncul juga melakukan nota kesepahaman dengan TNI Angkatan Darat yang berkomitmen untuk bersama-sama melaksanakan operasi 3.000 mata, dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo sebanyak 500 mata, selama tahun 2016. Jumlah ini merupakan bagian dari 12.000 mata yang telah disepakati bersama Perdami. Penandatanganan dengan TNI Angkatan Darat dilakukan oleh Asisten Teritorial Mayor Jendral TNI Kustanto Widiatmoko, dan dengan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo penandatanganannya oleh Dr. dr. C. H. Soejono, Sp.PD-Kger, M. Epid, FACP. Pada kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM Kirana Dr. dr. Ike Sumantri, SpM, Wakil Ketua II Perdami dr. Johan A. Hutauruk, SpM (K), Duta Katarak Indonesia Chairani Kalla, Bintang Iklan Tolak Angin Tina Talisa, serta para pejabat terkait lainnya. Kegiatan CSR operasi katarak yang dilakukan Sido Muncul bekerjasama dengan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) dilakukan sejak tahun 2011 dan telah dilaksanakan di 27 provinsi, 205 kota/kabupaten di 226 Rumah Sakit di Indonesia. Jumlah yang telah dioperasi kerjasama antara Sido Muncul bersama Perdami, pada tahun 2011 adalah 6.000 mata, tahun 2012 sebanyak 12.746 mata, tahun 2013 sebanyak 13.024 mata, tahun 2014 sebanyak 8805 mata, dan tahun 2015 sebanyak 4.425 mata. Pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini adalah: Pemda Tk. I & II, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Kementerian Kehutanan RI, Kementerian Kesehatan RI, Mabes TNI, Kodam I/Bukit Barisan, Kodam II/Sriwijaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya, Kodam IX/Udayana, Kodam XVI/Pattimura, POLRI, POLDA Metro Jaya, POLDA Jateng, POLDA Jawa Barat, POLDA DIY, POLDA Jatim, POLDA Batam, TNI AL, Persatuan Pensiunan Angkatan Laut (PPAL), Fakultas Tehnik Universitas Indonesia, Universitas Gajahmada, Universitas Diponegoro, Universitas YARSI, PBNU, NU Fatayat, PUKAT/Keuskupan Surabaya, KOWANI, IWAPI, WITT, Pelindo, Yayasan Kick Andy, Media Group, Kodam Iskandar Muda, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), puluhan RS & Klinik Mata. CEO PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan, dengan semakin luasnya dukungan masyarakat terhadap upaya pemberantasan buta katarak di Indonesia, maka akan mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.