CSR
Program Pemberdayaan Masyarakat ‘Desa Wisata Buah’ di Bergas Kidul dan Diwak Semarang
Jum'at, 12 Februari 2016
Kegiatan CSR Sido Muncul untuk pemberdayaan masyarakat dimulai dengan program “Desa Rempah” dan pada akhirnya berkembang pada bidang pertanian yang berkolaborasi dengan pariwisata, yaitu program “ Desa Wisata Buah”. Bertempat di Desa Diwak Semarang, Rabu, (27/1) PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. mencanangkan program pemberdayaan tersebut. Pencanangan program Desa Wisata Buah diresmikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian RI, Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec.Dev dan disaksikan Asisten II Gubernur Jawa Tengah Ir. Joko Sutrino, M.Si, PJ Bupati Semarang Ir. Sujarwanto Dwiatmoko dan Direktur Operasional PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., David Hidayat, serta tim konsultan yang juga pernah mengelola Taman Buah Mekar Sari Bogor, bersama para pimpinan daerah dan masyarakat sekitar. Pada saat pencanangan juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) antara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. dengan masyarakat Desa Bergas Kidul dan Desa Diwak Semarang yang diwakili oleh PJ Bupati Semarang. Selain itu juga dilakukan penandatanganan prasasti oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI. Ditetapkannya Desa Bergas Kidul dan Diwak merupakan uji coba kegiatan dari beberapa desa sekitar kawasan pabrik, dimana kedua desa ini merupakan desa yang melekat langsung dengan kawasan pabrik Sido Muncul. Selain itu kondisi tanah, air dan agroklimat sangat menunjang untuk kegiatan budidaya tanaman buah. Desa Bergas Kidul juga memiliki wilayah yang menjadi jalur lintas strategis wisatawan menuju Bandungan dan Candi Gedong Songo. Infrastrukturnya sangat mendukung. Sedangkan Desa Diwak, dengan wilayah yang sempit dan padat pemukiman intensif kegiatan tersentra dikawasan yang berada di Dusun Kalisori, memiliki kekuatan destinasi obyek wisata pemandian air hangat. Pada program “Desa Wisata Buah” ini, buah unggul yang dipilih yaitu Durian dari varietas Matahari, Bawor, dan Pelangi, serta Alpukat dari varietas Wina. Dipilihnya Durian dan Alpukat karena merupakan komoditas yang sangat sesuai untuk dikembangkan dengan pangsa pasar yang terbuka luas baik untuk mencukupi kebutuhan pasar lokal, antar daerah, maupun komoditas ekspor. Bibit Durian dan bibit Alpukat akan ditanam di lahan Hak Milik Masyarakat yang telah di data oleh pihak pemerintah desa beserta tim dari Sido Muncul, berdasarkan hasil musyawarah dengan asas pemerataan, tetapi tanpa mengabaikan studi kelayakan dan persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk bibit bukan dibagi rata pada seluruh warga Secara terpisah, CEO PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat mengatakan bahwa Konsep Desa Wisata merupakan perpaduan antara budaya, kearifan lokal dan buatan. Sisi buatan yang dikembangkan di desa adalah pengembangan sektor Pertanian (Agro) dan salah satu komuditas agro yang menarik adalah tanaman buah. Sido Muncul, melihat peluang besar dan mencoba mempelopori kegiatan CSR pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan “Desa Wisata Buah”. “Selain itu program ini tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan perusahaan dalam bentuk kegiatan bisnis, menciptakan usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan di lingkungan pabrik, memperkuat destinasi kawasan wisata pabrik Sido Muncul dan sekitarnya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar kawasan pabrik”, ujar Irwan Hidayat. Diharapkan buah yang ditanam bukan semata-mata dijual ke pasar maupun pedagang melainkan dijual dalam paket pariwisata dengan menarik wisatawan untuk datang, mengunjungi dan menikmati di desa sambil berwisata. Desa Wisata Buah pun bertujuan agar dapat menggerakkan seluruh potensi desa untuk tujuan bisnis dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.