Press Release
Sido Muncul Gelar Seminar Herbal di Universitas Brawijaya Malang
Sabtu, 5 Mei 2018

Indonesia merupakan salah satu negara megadiversiti terbesar di dunia. Dari 40 ribu spesies tanaman obat, sekitar 30ribu spesies berada di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.600 diantaranya memiliki khasiat obat dan baru sekitar 200 spesies dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

 

Menurut data WHO 2005 diperkirakan sebanyak 75-80 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal. Saat ini para praktisi medis dan farmasi terus melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendalami dan membuktikan tingkat keberhasilan obat-obatan herbal yang disebut dengan herbal medik.

 

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang herbal perlu terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat yaitu saintifikasi jamu dalam hal ini penelitian berbasis kesehatan.

 

Guna mensosialisasikan hal tersebut, Sabtu (5/5), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Ikatan Apeteker Indonesia, dan Ikatan Dokter Indonesia mengadakan Seminar Herbal bertema “Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat”. Seminar diikuti oleh 250 peserta dari kalangan kedokteran, peneliti, mahasiwa, dan masyarakat umum di Malang. 

 

Pada seminar yang telah diselenggarakan sebanyak 40 kali ini diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama antara FK Universitas Brawijaya dengan Sido Muncul mengenai pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes.

 

Para pembicara pada seminar ini adalah: Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI), Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes (Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI), Irwan Hidayat (Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul Tbk), Unit Pusat Riset Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc., PhD, Sp.Park (Imunolog Peneliti Herbal, Guru Besar Universitas Diponegoro), Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc., Apt (Fakultas Farmasi, Universitas Sanatha Dharma), dan Dr. Husnul Khotimah, S.Si., M.Kes (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang).

 

Materi yang disampaikan dari para pembicara yaitu Kebijakan Obat Asli Indonesia, Kebijakan Pengobatan Tradisional Komplementer di Indonesia, Industri Herbal Berbasis Good Manufacturing Practices (GMP), Uji Manfaat Tolak Angin, Uji Toksisitas Subkronis Tolak Angin Cair.

 

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, “Melalui seminar herbal seperti ini kami berharap akademisi kedokteran terdorong untuk terus melakukan penelitian tanaman obat secara ilmiah. Tidak hanya bergantung kepada obat modern yang berbasis kimia.  Selain itu kami juga ingin dunia kedokteran mendapat wawasan mengenai industri jamu, penelitian yang kami lakukan untuk mengembangkan produk, dan penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan”.

 

“Seperti halnya produk Tolak Angin, Sido Muncul telah melakukan berbagai penelitian, yaitu Uji Toksisitas dan Uji Khasiat dengan Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro. Hasilnya, minum Tolak Angin dalam jangka panjang tidak menimbulkan efek samping jika diminum sesuai dosis anjuran (tidak menimbulkan efek toksit bagi organ tubuh). Tahun 2007 Tolak Angin telah mendapatkan sertifikat Obat Herbal Terstandar (OHT) dari Badan POM”, tambah Irwan.