Press Release
Badan POM RI Lakukan Kunjungan Kerja Ke Pabrik Sido Muncul
Senin, 2 April 2018

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI) melakukan kunjungan kerja ke Pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk di Semarang, Senin (2/4). Kunjungan Kepala Badan POM RI Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP bersama rombongan disambut langsung oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.

 

Seluruh rombongan Badan POM diajak mengelilingi pabrik Sido Muncul, mulai dari Pabrik Bahan Baku Semarang Herbal Indoplant (SHI), Pabrik COD (Produksi Tolak Angin), Laboratorium RnD – QC, Pabrik Kuku Bima Energi, dan berakhir di Agrowisata Sido Muncul.

 

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan,”Pada kunjungan kerja Badan POM ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana proses produksi jamu yang dilakukan di Pabrik Sido Muncul. Produk Sido Muncul dibuat dari bahan-bahan alami dan dikelola secara modern serta higienis, sehingga akan menghasilkan jamu yang berkualitas dan terstandart.”

 

Kepala Badan POM RI Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP menyampaikan kekaguman sekaligus bangga terhadap Sido Muncul karena bisa menjadi perusahaan jamu yang memiliki pabrik modern dengan produk yang terjamin keamanan dan khasiatnya.

 

“Sido Muncul merupakan salah satu perusahaan yang berada di depan. Saya melihat bahwa Bapak Irwan Hidayat bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi pelaku usaha lainnya. Semoga ke depannya, semakin banyak industri obat tradisional sebesar Sido Muncul,” ujar Dr. Penny.

 

Dr. Penny juga menambahkan,“Harapan kita obat tradisional bukan hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Harus ada dukungan yang lebih intensif secara lintas sektor, baik dari pemerintah, akademia, pelaku usaha, dan para peneliti, sehingga bisa bersama-sama membesarkan obat tradisional jamu. Jamu juga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dapat menjadi alternatif pengobatan.”

 

Ke depannya, Badan POM berjanji akan lebih memperhatikan jaminan, keamanan, serta khasiat dari produk jamu. Bagaimana jamu bisa terstandarisasi, tervalidasi, dengan uji” klinis yang terjamin baik dari aspek keamanan maupun khasiatnya.