Press Release
Sido Muncul Adakan Seminar Herbal di Universitas Hasanuddin Makassar
Sabtu, 25 November 2017

Obat herbal telah digunakan secara empirik oleh masyarakat luas dan dikenal dengan sebutan “Jamu”. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang jamu perlu terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat yaitu dengan saintifikasi jamu dalam hal ini penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Guna mensosialisasikan penggunaan, pengembangan, dan pemanfaatan obat herbal di bidang kesehatan bertempat di Auditorium Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (25/11), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, Ikatan Dokter Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia mengadakan seminar herbal bertajuk “Manfaat Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat”.

Seminar yang akan diikuti oleh 250 peserta ini berasal dari kalangan akademisi, industri, peneliti mahasiwa, dan masyarakat umum di Bali dan sekitarnya. Hadir sebagai pembicara: Irwan Hidayat (Direktur Sido Muncul), Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc. Ph. D, Sp.Park (Imunolog Peneliti Herbal, Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang), Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt (Deputi Bidang Pengawasan Obat Trandisional, Kosmetik, dan Porduk Komplemen BPOM RI), DR. Yusnita Rifai (Fakultas Farmasi FK Universitas Hasanuddin Makassar), Prof DR. Dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, Sp. GK (K) (Dosen, Peneliti, Klinisi, Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar), dan Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc., Apt (Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta).

Materi yang akan disampaikan dari masing-masing pembicara adalah Industri Herbal Berbasis GMP, Uji Manfaat Tolak Angin, Regulasi Obat Herbal di Indonesia, Kandungan Tanaman Herbal Dalam Khasiatnya Sebagai Obat, Penggunaan Kunyit Dalam Suatu Pelayanan Medik, dan Uji Toksisitas Subkronik Tolak Angin Cair pada Tikus.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan,“Melalui seminar herbal seperti ini diharapkan dunia kedokteran memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan industri jamu, penelitian-penelitian yang dilakukan, juga penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan.”