Press Release
Tolak Angin Sido Muncul & Perdami Yogya Adakan Operasi Katarak Di Cilacap
Minggu, 13 Agustus 2017

Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara, jumlah penderita katarak di Indonesia sebesar 1,5% per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan katarak. Ketidaktahuan masyarakat bahwa katarak bisa disembuhkan dengan operasi, juga ketidakcukupan biaya untuk pengobatan menjadi alasan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk untuk melakukan program operasi katarak gratis yang pencanangannya diresmikan oleh Wapres RI Budiono pada 15 Januari 2011 yang lalu.

Bertempat di Balai Pengobatan Mudita Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (13/8), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk bekerja sama dengan Perdami Cabang D.I.Yogyakarta, Kodim 0703 Cilacap, dan BP Mudita Cilacap mengadakan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis bagi masyarakat kurang mampu di Wilayah Cilacap dan sekitarnya.

Acara seremonial dihadiri oleh Kepala Staf Kodim 0703/Cilacap Mayor Inf. Ahmad Rofik Alfian, Perdami Cab DIY Prof. dr. Suhardjo, SU, SpM(K), Direktur BP Mudita Cilacap Andreas, Public Relations Staff PT Sido Muncul, Tbk Hendrik, dan pejabat terkait lainnya.

Pelaksanaan baksos katarak ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerjasama antara Tolak Angin Sido Muncul dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang D.I. Yogyakarta untuk 350 mata di tahun 2017.

Secara terpisah Direktur PT Sido Muncul, Tbk Irwan Hidayat mengharapkan “Dengan adanya operasi katarak gratis ini dapat mengurangi angka penderita katarak, khususnya di Cilacap dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini masyarakat dihimbau bisa menghilangkan persepsi bahwa operasi katarak sesuatu yang menakutkan.”

Operasi Katarak Gratis Tolak Angin Sido Muncul telah dilaksanakan sejak tahun 2011 di 27 propinsi, 211 kota/kabupaten, di 235 Rumah Sakit/klinik mata di seluruh Indonesia. Jadi total yang telah dioperasi kerjasama  antara PT Sido Muncul, Tbk dan Perdami sampai tahun 2017  ini berjumlah 50.608 mata.

Saat pertama kali Sido Muncul melakukan baksos operasi katarak gratis banyak mengalami kesulitan yaitu untuk mendapatkan pasien penderita katarak yang mau dioperasi. Dimana target yang ingin dicapai 5.000 pasien, namun yang terjaring hanya 3.500 pasien penderita katarak. Selain itu jumlah Rumah Sakit yang mau diajak kerjasama hanya sedikit jumlahnya. Saat itu belum ada program BPJS dari pemerintah.

Pada tahun 2012 Sido Muncul bekerjasama dengan TNI AD untuk melaksanakan operasi katarak gratis. Dengan dibantu oleh KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo pada saat itu, yang ikut mengkampanyekan Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia melalui iklan layanan masyarakat dari Tolak Angin Sido Muncul, target operasi katarak untuk 12.000 mata dapat tercapai, bahkan melampaui yaitu sebanyak 12.700 mata.