CSR
Bakti Sosial Katarak di Banyuwangi
Rabu, 11 November 2015
Inilah tahun ke-5 penyelenggaraan Bakti Sosial (baksos) Katarak PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang bekerjasama dengan Persatuan Dokter Ahli Mata (Perdami), Rumah Sakit dan Instansi terkait sejak tahun 2011 sampai sekarang. Kali ini kota Banyuwangi baru mendapatkan kesempatan sebagaisalah satu kota tempat berlangsungnya Bakti Sosial Katarak bagi kalangan kurang mampu. Banyuwangi yang merupakan kota paling timur di Pulau Jawa dan biasa mendapat julukan ‘The Sunrise of Java’ berkat kerjasama Sido Muncul, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, dan Perdami Jawa Timur, maka pad Sabtu (10/10) bertempat di RSNU Banyuwangi diadakan Baksos Operasi Katarak bagi kalangan kurang mampu. Screening para penderita katarak yang mencapai ratusan pasien sudah dilakukan beberapa hari yang lalu dan akhirnya ditetapkan sebanyak 109 mata yang akan menjalani operasi. Acara simbolis pembukaan baksos operasi katarak di Banyuwangi ini dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, M.Si, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) dr. Dodo Anondo, MPH, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur dr Edi Suyanto, Ketua Lembaga Kesehatan PWNU dr Hidayatullah Sp.s, Senior PR Manager Sido Muncul Dra. Nanik R. Sunarso, pihak rumah sakit, dan pejabat-pejabat terkait. Kota Banyuwangi yang merupakan Kabupaten terluas di Jawa Timur dengan topografi wilayah dari pegunungan, hutan dan lautan menjadikan masyarakatnya memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam. Namun sektor pertanian dan peternakan merupakan sektor ekonomi dominan yang menopang mata pencaharian masyarakatnya. Walaupun angka kemiskinan di Banyuwangi mulai menurun tetapi masih banyaknya penduduk miskin di Banyuwangi, terutama di daerah pantai, menjadikan masyarakatnya berpotensi besar terkena katarak. Pada Juni 2015 lalu, Sido Muncul pun telah melakukan nota kesepahaman (MoU) Baksos Katarak dengan PWNU Jawa Timur untuk mengoperasi 3.000 mata. Kerjasama tersebut sebagian telah terealisasi pada bulan Juli di Jombang dan bulan Agustus di Lamongan. Baksos Operasi Katarak yang telah dilakukan Sido Muncul sejak tahun 2011 sampai tahun 2015 ini telah mengoperasi sebanyak 42.671 mata. Sudah dilaksanakan di 27 provinsi, 200 kota/kabupaten dan di 216 rumah sakit/klinik di Indonesia. Sampai saat ini Sido Muncul telah melakukan kerjasama Baksos Katarak dengan beberapa lembaga/organisasi/instansi, meliputi : Kowani, Iwapi, WITT, Yayasan Kick Andy, berbagai media massa, Pundi Amal SCTV, Yayasan Jalinan Kasih, KNPI, Korpri, berbagai universitas, kepolisian, TNI, BUMN, kementrian, Pemda, berbagai lembaga keagamaan, dan masih banyak lagi. Pada kesempatan terpisah, CEO Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan bahwa dengan semakin luasnya dukungan masyarakat dan banyaknya lembaga maupun organisasi masyarakat yang membantu upaya pemberantasan buta katarak, maka semakin banyak pula masyarakat Indonesia yang terbebas dari buta katarak. Upaya Sido Muncul dalam menanggulangi buta katarak di Indonesia ini ternyata diapresiasi dari Rekor MURI untuk kategori “Operasi Katarak dengan Teknik Phacoemulsifikasi Terbanyak dalam Sehari” yaitu sejumlah 328 mata pada 31 Mei lalu di RS Awal Bros Batam, penghargaan LEPRID diterima pada 30 Juni lalu karena Sido Muncul konsisten dalam melaksanakan operasi katarak sejak tahun 2011, Enterprise Asia “Asia Responsible Enterpreneurship Award 2011” atas program katarak, penghargaan dari Metro TV bekerjasama dengan Forum Pengusaha Indonesia – Tionghoa “Apresiasi CSR Sejahtera Indonesia 2012 kategori kesehatan dan La Tofi Award “The Indonesian Most Committed CEO for CSR Award 2012” dari La Tofi School CSR.